Tuesday, January 20, 2026

Bayang-Bayang PKK-Qandil di Suriah

Gelombang dinamika baru menyelimuti kawasan Kurdi Suriah seiring mencuatnya isu pergeseran arah politik dan militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Setelah rangkaian pertemuan di Erbil, nama Mazloum Abdi kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena manuver diplomatiknya, tetapi juga akibat resistensi keras dari lingkaran Qandil Irak yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Sumber-sumber regional menyebutkan bahwa langkah Abdi mendekat ke arus Kurdi Barzani dianggap sebagai ancaman langsung bagi dominasi ideologis dan struktural PKK di Suriah utara. Qandil, yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kendali kader lintas negara, dinilai tidak siap kehilangan pengaruh atas Suriah.

Dalam konteks ini, beredar dugaan adanya upaya penahanan atau pembatasan gerak terhadap sejumlah pimpinan SDF oleh elemen PKK/YPG garis Qandil. Meski belum terkonfirmasi secara resmi, isu tersebut memicu kekhawatiran akan konflik internal terbuka di tubuh kekuatan Kurdi Suriah.

Beberapa analis menilai dugaan penangkapan ini bukan semata soal keamanan, melainkan pesan politik. Qandil disebut ingin menunjukkan bahwa struktur bersenjata di Suriah utara masih berada di bawah bayang-bayang PKK, bukan pada kepemimpinan lokal Suriah.

Situasi ini menjadi ironi bagi faksi SDF yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan sinyal kuat mendukung jalur perdamaian dengan pemerintahan Suriah di Damaskus. Upaya dialog tersebut dipandang sebagai jalan keluar untuk mengamankan status pejuang Kurdi Suriah sekaligus menutup bab panjang konflik internal.

Namun, langkah pro-perdamaian itu justru memperbesar jurang dengan Qandil. PKK menilai normalisasi dengan Damaskus akan membuka jalan marginalisasi kader non-Suriah yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.

Ancaman dari Qandil kini disebut nyata, bukan lagi sekadar perbedaan pandangan. Pernyataan keras dari tokoh-tokoh yang dikenal dekat dengan PKK, seperti Fauza al-Yusuf dan Siban Hamo, menjadi indikator awal eskalasi politik yang berpotensi berubah menjadi konfrontasi bersenjata.

Di tengah tekanan tersebut, muncul spekulasi bahwa negara Suriah siap merangkul Mazloum Abdi sebagai gubernur Hasakah. Damaskus disebut melihat peluang untuk memisahkan elemen Suriah dalam SDF dari pengaruh PKK lintas negara.

Langkah ini diyakini akan mendapat restu internasional, terutama dari aktor-aktor yang menginginkan stabilitas jangka panjang di Suriah utara. Dukungan Turki pun diprediksi mengalir, mengingat Ankara sejak lama menempatkan PKK sebagai ancaman utama keamanannya.

Peran Presiden Kurdistan Irak, Masoud Barzani, juga disebut krusial. Payung politik dari Erbil dinilai mampu memberikan legitimasi Kurdi non-PKK bagi SDF yang ingin bertransformasi menjadi kekuatan lokal Suriah.

Masalah utama yang dihadapi Qandil adalah keberadaan ribuan pejuang PKK berkewarganegaraan Turki, Irak, dan Iran di wilayah Suriah. Bagi banyak pihak, tidak ada solusi politik yang realistis bagi kelompok ini selain konfrontasi atau pemaksaan keluar dari Suriah.

Ketegangan ini semakin berbahaya karena berpotensi disertai aksi sabotase. Sejumlah laporan menyebut penggunaan isu penjara-penjara ISIS sebagai alat tekanan politik dan keamanan oleh faksi-faksi yang terpojok.

Penjara ISIS memang menjadi kartu sensitif di Suriah timur laut. Setiap ketidakstabilan internal di tubuh SDF berisiko memicu krisis keamanan yang dampaknya meluas hingga internasional.

Bagi SDF sendiri, dilema kian tajam. Bertahan di bawah bayang-bayang Qandil berarti terus menjadi target Turki dan terisolasi dari Damaskus. Sebaliknya, keluar dari orbit PKK berarti menghadapi ancaman internal yang serius.

Dugaan penangkapan pimpinan SDF oleh PKK/YPG, jika terbukti, akan menjadi titik balik bersejarah. Hal itu menandai pergeseran konflik Kurdi dari eksternal menjadi konflik horizontal antar-faksi.

Sejumlah tokoh Kurdi Suriah mulai terbuka menyuarakan perlunya “Suriaisasi” SDF, yakni membatasi peran aktor non-Suriah dalam struktur komando dan politik.

Narasi ini sejalan dengan kepentingan Damaskus yang ingin memulihkan kedaulatan negara tanpa perang besar di utara. Bagi Suriah, memecah pengaruh PKK dianggap lebih efektif ketimbang konfrontasi langsung.

Di sisi lain, PKK diyakini tidak akan menyerah begitu saja. Qandil disebut akan menggunakan seluruh jaringan ideologis dan militernya untuk mempertahankan pijakan di Suriah.

Konflik yang semula tersembunyi kini bergerak ke permukaan. Retakan di tubuh SDF menjadi sinyal bahwa fase baru konflik Kurdi di Suriah telah dimulai.

Jika eskalasi tak terhindarkan, Suriah utara berpotensi menjadi medan pertarungan besar antara faksi Kurdi lokal dan jaringan PKK lintas negara. Dampaknya bukan hanya menentukan masa depan SDF, tetapi juga peta kekuasaan Kurdi di seluruh kawasan.

loading...
Share This

No comments:

Post a Comment

Contact Us

Contact Form

Name

Email *

Message *